Ringkasan: Pada 6 Agustus 2026, Institut Geologi Akademi Ilmu Geologi China (IGCAGS) merampungkan peta geologi Bulan terbaru berskala 1:5.000.000. Peta ini memetakan lebih dari 13.500 kawah tumbukan dan 81 cekungan, mengalibrasi ulang tiga periode geologis purba Bulan, serta memasukkan temuan eksklusif dari misi Chang’e-6.
Apa Itu Peta Geologi Bulan Terbaru China?

Peta geologi Bulan terbaru adalah pemetaan menyeluruh permukaan Bulan berskala 1:5.000.000 yang dirampungkan tim peneliti Institut Geologi Akademi Ilmu Geologi China (Institute of Geology, Chinese Academy of Geological Sciences/IGCAGS) dan diumumkan pada Kamis, 6 Agustus 2026. Peta berukuran fisik 2,8 x 1,2 meter ini merupakan versi penyempurnaan dari peta geologi Bulan yang lebih dulu diterbitkan pada 2024, dengan tambahan data spasial dan kronologis yang lebih presisi.
Direktur IGCAGS, Yang Zhiming, menyebut pembaruan ini bukan sekadar revisi kecil. Ia menyampaikan bahwa sejarah geologis Bulan “telah ditulis ulang lebih tepatnya, disempurnakan dan disistematisasikan” berdasarkan kemajuan riset terbaru.
Mengapa Peta Ini Penting di 2026?

Pembaruan ini penting karena tiga alasan utama. Pertama, peta ini menjadi kanvas pertama yang secara komprehensif memasukkan temuan eksklusif dari misi Chang’e-6, yang pada 2024 berhasil mengambil sampel dari sisi jauh Bulan — wilayah yang selama ini jauh lebih sedikit dipetakan dibanding sisi dekat Bulan.
Kedua, peta ini mengalibrasi ulang batas usia tiga periode geologis purba Bulan — periode Aitkenian, Nectarian, dan Imbrian — dengan merujuk kronologi internasional terbaru. Sampel dari misi Chang’e-5 sebelumnya sudah mengonfirmasi adanya aktivitas vulkanis di Bulan sekitar 2 miliar tahun lalu, memperpanjang rentang waktu geologis Bulan sekitar 1 miliar tahun dari perkiraan lama yang membatasi aktivitas tersebut pada 3 miliar tahun lalu. Data penanggalan independen ini kini menjadi rujukan utama skala waktu geologis Bulan secara global.
Ketiga, peta ini memperkenalkan standar kartografi baru yang rencananya juga akan diterapkan pada pemetaan geologis Mars dan asteroid di masa depan, mengurangi ketergantungan pada standar pemetaan luar angkasa yang selama ini didominasi lembaga Barat.
Temuan Utama dalam Peta Bulan Terbaru

| Aspek | Detail | Sumber |
|---|---|---|
| Skala peta | 1:5.000.000 | IGCAGS, dikutip Antara News |
| Ukuran fisik | 2,8 x 1,2 meter | IGCAGS, dikutip Antara News |
| Kawah tumbukan terpetakan | Lebih dari 13.500 | IGCAGS, dikutip Antara News |
| Cekungan tumbukan | 81 | IGCAGS, dikutip Antara News |
| Tanggal pengumuman | Kamis, 6 Agustus 2026 | IGCAGS, dikutip Antara News |
| Periode geologis yang dikalibrasi ulang | Aitkenian, Nectarian, Imbrian | Antara News |
| Bukti vulkanisme termuda | ~2 miliar tahun lalu (sampel Chang’e-5) | Antara News |
| Wilayah kaya batuan KREEP | Oceanus Procellarum, lebih luas dari perkiraan sebelumnya | Antara News |
Salah satu temuan spasial yang disorot adalah sebaran batuan KREEP — batuan yang kaya unsur tanah jarang dan sumber daya strategis lainnya — yang menurut peta baru ini membentang jauh lebih berkesinambungan dan melimpah di kawasan Oceanus Procellarum dibandingkan perkiraan riset-riset sebelumnya. Temuan ini diperoleh lewat proses eliminasi derau spektral (spectral noise), yang mendorong evaluasi ulang terhadap proses kristalisasi lautan magma purba dan evolusi termal internal Bulan.
Associate researcher IGCAGS, Jin Ming, menyampaikan bahwa data sampel Bulan dan peta ini akan menjadi titik tolak baru bagi riset ilmiah seputar sisi jauh Bulan yang selama ini masih minim data dibanding sisi dekatnya.
Evolusi Pemetaan Geologi Bulan oleh China: Dari 2022 ke 2026

Pembaruan Agustus 2026 ini bukan proyek yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari rangkaian upaya pemetaan Bulan oleh ilmuwan China yang sudah berjalan lebih dari satu dekade.
- 2022 — Peta geologi Bulan pertama versi definisi tinggi. Tim peneliti China menerbitkan peta yang mencakup 12.341 kawah tumbukan, 81 cekungan tumbukan, 17 jenis batuan, dan 14 jenis struktur, tersedia dalam bahasa Mandarin dan Inggris, serta diterbitkan di jurnal Science Bulletin.
- 2024 — Atlas geologi Bulan skala 1:2,5 juta. Disebut sebagai atlas geologi definisi tinggi pertama dari seluruh permukaan Bulan, dengan skala di mana 1 cm pada peta setara 25 km di permukaan asli. Proyek pemetaan ini disebut telah dimulai sejak 2012 dan melibatkan sekitar 100 peneliti.
- 2026 — Peta yang disempurnakan, skala 1:5 juta. Versi terbaru ini menambah jumlah kawah terpetakan menjadi lebih dari 13.500, mengintegrasikan data Chang’e-6, dan mengalibrasi ulang kronologi geologis Bulan.
Rangkaian ini menunjukkan pola kerja bertahap: setiap iterasi menambah detail baru berdasarkan data misi antariksa terbaru, alih-alih membuat peta dari nol setiap kali.
Apa Manfaat Peta Ini untuk Eksplorasi Bulan?

Peta geologi berfungsi sebagai referensi dasar untuk beberapa kebutuhan eksplorasi antariksa:
- Pemilihan lokasi pendaratan — data kawah, cekungan, dan jenis batuan membantu tim misi menilai risiko dan potensi ilmiah suatu lokasi pendaratan.
- Perencanaan eksplorasi sumber daya — sebaran batuan KREEP yang lebih detail di Oceanus Procellarum memberi petunjuk area yang berpotensi kaya sumber daya strategis.
- Rujukan kronologi geologis — kalibrasi ulang periode Aitkenian, Nectarian, dan Imbrian menjadi acuan baru untuk riset usia permukaan Bulan di berbagai lokasi.
- Standar pemetaan planet lain — skema kartografi yang dipakai di peta ini disebut akan diperluas ke pemetaan Mars dan asteroid.
Baca Juga Kebaya Resmi Diakui UNESCO, Ini Sejarah Perjuangan Warisan Nusantara
FAQ — Peta Geologi Bulan Terbaru China
Kapan peta geologi Bulan terbaru China dirilis?
Peta ini diumumkan pada Kamis, 6 Agustus 2026 oleh Institut Geologi Akademi Ilmu Geologi China (IGCAGS).
Berapa jumlah kawah yang dipetakan dalam peta terbaru ini?
Peta ini memetakan lebih dari 13.500 kawah tumbukan dan 81 cekungan tumbukan di seluruh permukaan Bulan.
Apa bedanya peta 2026 ini dengan peta Bulan China sebelumnya?
Peta 2022 memetakan 12.341 kawah dengan skala definisi tinggi, lalu 2024 menghasilkan atlas berskala 1:2,5 juta. Versi 2026 menambah jumlah kawah terpetakan, memasukkan data misi Chang’e-6, dan mengalibrasi ulang kronologi geologis Bulan berskala 1:5.000.000.
Apa itu batuan KREEP yang disebut dalam peta ini?
KREEP adalah singkatan untuk batuan yang kaya unsur Potasium (K), Rare Earth Elements (REE), dan Fosfor (P) — sumber daya yang dianggap strategis untuk riset dan potensi eksplorasi Bulan di masa depan.
Ditulis oleh Tim Redaksi. Fakta dan angka dalam artikel ini disusun berdasarkan laporan Antara News, Liputan6, dan Koran Jakarta.
