Ringkasan: Tempe sedang menunggu putusan Komite UNESCO pada sidang ke-21 di Xiamen, Tiongkok, 30 November–5 Desember 2026. Jika disetujui, “Budaya Tempe” menjadi warisan budaya takbenda ke-17 Indonesia di UNESCO. Hingga artikel ini ditulis, putusan itu belum keluar.
Ternyata Tempe Menanti Putusan UNESCO, Calon Warisan Budaya Ke-17 RI. Jadwalnya sudah ada: sidang Komite di Xiamen, akhir November sampai awal Desember 2026.
Panduan ini memisahkan tiga hal: yang sudah pasti, yang masih menunggu keputusan, dan yang sering salah dipahami.
Apa itu Budaya Tempe yang dinominasikan ke UNESCO?

Budaya Tempe adalah pengetahuan, praktik, dan tradisi masyarakat Indonesia dalam membuat dan mengonsumsi tempe, kedelai yang difermentasi dengan kapang. Yang dinominasikan adalah budayanya: cara membuat, nilai sosial, dan pengetahuan yang diwariskan. Resepnya tidak menjadi objek nominasi.
Ini penting karena UNESCO menilai warisan budaya takbenda. Penilaiannya bertumpu pada praktik hidup dan komunitas pelakunya. Rasa dan kandungan gizi bukan ukuran utama.
Konsep dasarnya sudah kami bahas di panduan warisan budaya takbenda.
Kapan UNESCO memutuskan nasib tempe?

Putusan diperkirakan keluar pada sidang ke-21 Komite Antarpemerintah untuk Pelindungan Warisan Budaya Takbenda. Menurut situs resmi UNESCO, sidang berlangsung 30 November hingga 5 Desember 2026 di Xiamen, Tiongkok.
Agenda sidang memuat pemeriksaan nominasi untuk Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan. Pertemuan Biro Komite digelar sehari sebelumnya, 29 November.
Satu catatan agar tidak keliru. Pemerintah semula menargetkan penetapan pada “awal 2026”. Menurut Kementerian Kebudayaan, targetnya “sekitar awal tahun depan” ketika berbicara pada akhir 2025. Jadwal resmi UNESCO ternyata jatuh di penghujung 2026.
Artikel ini tidak menyebut tempe lolos atau tidak. Keputusan itu milik Komite.
Mengapa tempe dianggap layak? Jejak sejarahnya

Argumen terkuat tempe adalah usia dan kesinambungannya. Catatan tertulis tertua yang kerap dirujuk ada di Serat Centhini, kompilasi tulisan budaya Jawa yang disusun pada abad ke-19 atas perintah Pakubuwana V. Naskah 12 jilid itu menggambarkan kehidupan masyarakat Jawa abad ke-16.
Menurut laporan The Jakarta Post yang diterbitkan ulang Asia News Network, naskah itu memuat beberapa hidangan bertempe. Contohnya brambang jae santen tempe dan asem sambel lethokan. Ada juga tempe srundengan, yang disajikan untuk tamu kehormatan.
Tempe juga muncul dalam kebijakan negara. Laporan yang sama mencatat tempe masuk program Menu Revolusi yang diluncurkan Presiden Sukarno pada 1964. Buku masak nasional Mustika Rasa memuat setidaknya 30 resep tempe.
Guru besar IPB University, Made Astawan, menyebut tempe sebagai satu-satunya produk kedelai yang berasal dari Indonesia dan sudah dikenal sejak abad ke-16. Ia menjelaskan penyebarannya ke luar Jawa lewat transmigrasi, lalu ke dunia lewat diaspora dan riset ilmuwan.
Pembuatannya sendiri memperlihatkan pengetahuan lokal yang masih hidup. Perajin tradisional membungkus kedelai dengan daun pisang atau pembungkus nabati lain, lalu membiarkannya berfermentasi. Pengetahuan semacam inilah yang dinilai UNESCO.
Perjalanan nominasi: dari 2014 sampai Xiamen

Jalan tempe menuju UNESCO lebih panjang daripada yang tampak di berita.
| Tahun | Peristiwa | Sumber |
| 2014 | Upaya pengakuan dimulai oleh Made Astawan dan Hardinsyah (IPB University) bersama Dinas Kebudayaan Jawa Tengah | Jakarta Post / ANN, 9 Apr 2026 |
| 2017 | Tempe diakui sebagai warisan budaya takbenda nasional, prasyarat usulan ke UNESCO | Jakarta Post / ANN |
| 2018, 2022, 2025 | Tiga kali pengajuan menurut Astawan; hanya yang 2025 maju ke tahap pertimbangan Komite | Jakarta Post / ANN |
| 30 Maret 2025 | Kemenbud menyatakan dokumen nominasi siap diserahkan sebelum tenggat 31 Maret 2025 | ERA.ID; Abatanews |
| 21 Des 2025 | Festival Budaya Tempe di Jakarta; Menteri Kebudayaan Fadli Zon menargetkan penetapan 2026 | Sindonews |
| 17 Jun 2026 | Perayaan Hari Tempe Nasional di Jakarta; Kemenbud menyebut tempe tengah diajukan | ANTARA |
| 30 Nov–5 Des 2026 | Sidang ke-21 Komite di Xiamen | UNESCO |
Satu perbedaan sumber perlu dicatat. Sindonews menulis tempe diajukan “akhir Maret 2024”. Pernyataan resmi Kemenbud pada 30 Maret 2025 dan sebagian besar laporan lain menyebut tenggat 31 Maret 2025. Kami memakai 2025 karena didukung lebih banyak sumber.
Fadli Zon juga menjelaskan alasan tempe diajukan sebagai nominasi tunggal. Satu negara hanya bisa mengajukan satu nominasi yang berdiri sendiri dalam kurun dua tahun. Laporan detik mencatat ini.
Siapa yang bergantung pada tempe? Data ekosistemnya

Pengakuan budaya punya dampak ekonomi karena banyak orang hidup dari tempe. Dua sumber memberi gambaran skalanya.
| Metrik | Nilai | Sumber | Catatan |
| Usaha mikro, kecil, dan menengah tempe | sekitar 160.000 | Jakarta Post / ANN, 2026 | Pekerja minimal 1,5 juta orang |
| Komunitas dan pekerja | ratusan ribu komunitas, lebih dari 1 juta pekerja | Kemenbud (via Tribunnews) | Pernyataan Menteri Kebudayaan |
| Negara tujuan ekspor | lebih dari 12 | Made Astawan (via Jakarta Post) | Termasuk Jepang, AS, dan Inggris |
| Elemen RI di UNESCO saat ini | 16 | Kemenlu / ANTARA, 2026 | Tempe akan menjadi ke-17 jika disetujui |
Angka 160.000 UMKM dan 1,5 juta pekerja berasal dari laporan media. Kami belum menemukan dokumen primer dari kementerian yang menegaskan angka persisnya. Pakai sebagai gambaran skala, dan cantumkan sumbernya.
[SLOT DATA ORISINAL REDAKSI]: Bagian ini menunggu data milik Anda sendiri, misalnya survei ke perajin tempe lokal, harga kedelai di pasar setempat, atau hasil kunjungan ke sentra produksi. Jangan terbitkan tabel ini tanpa data nyata. Fingerprint content hanya berlaku jika datanya memang hasil pekerjaan redaksi.
Tempe dan sains: apa yang diteliti

Dukungan ilmiah memperkuat narasi “pangan sehat” yang dibawa Kemenbud. Kementerian menilai peluang tempe cukup terbuka karena tempe merupakan pangan sehat berprotein nabati berkualitas tinggi yang relevan dengan tren global. Penilaian ini disampaikan Dirjen Diplomasi Endah Tjahjani Dwirini Retnoastuti, seperti dikutip Tribunnews.
Riset Astawan bersama Sastia Prama Putri dari University of Osaka memakai analisis metabolomik pada berbagai jenis tempe Indonesia. Mereka menemukan sejumlah senyawa bioaktif, termasuk isoflavon dan peptida. Sastia menyoroti meglutol. Menurutnya fermentasi meningkatkan kadarnya, dan senyawa itu telah diteliti terkait potensi menurunkan kolesterol LDL.
Satu peringatan penting: temuan laboratorium belum sama dengan klaim kesehatan untuk konsumen. Tulis manfaat dengan hati-hati. Untuk pembaca dengan kondisi medis tertentu, rujuk ke tenaga kesehatan.
Aspek gizi juga bukan inti penilaian UNESCO. Komite menilai praktik budayanya.
Apa arti inskripsi bagi tempe, dan apa yang tidak

Banyak pemberitaan mencampur harapan dan fakta. Pisahkan begini.
Yang diharapkan pemerintah. Kemenbud menyebut pengakuan akan memperluas pengenalan tempe di pasar global dan memperkuat diplomasi budaya. Endah juga berharap produk tempe kelak memuat keterangan bahwa tempe sudah diinskripsi UNESCO. Pernyataan itu dikutip Esposin dari ANTARA pada 21 Desember 2025.
Yang tidak otomatis terjadi. Inskripsi di Daftar Representatif tidak memberi kepemilikan atau hak eksklusif atas tempe. Daftar ini memang tidak dirancang sebagai alat perlindungan kekayaan intelektual. Siapa pun tetap boleh membuat tempe.
Kewajiban setelahnya. Endah menegaskan pengakuan bukan akhir. Menurutnya setelah tercatat, Indonesia harus melestarikan, menjamin keberlanjutan, dan memastikan manfaatnya sampai ke masyarakat. Kewajiban ini sejalan dengan Konvensi 2003.
Soal label di kemasan. Agenda sidang Xiamen memuat butir khusus tentang penggunaan emblem Konvensi. Artinya ada aturan resmi. Produsen sebaiknya menanyakan ketentuan label kepada Kemenbud sebelum mencetak klaim apa pun di kemasan.
Elemen Indonesia yang sudah masuk daftar UNESCO

Indonesia sudah punya 16 elemen yang diinskripsi, menurut ANTARA dan keterangan Kemenlu. Sembilan di antaranya adalah elemen yang paling sering dirujuk. Daftar lengkapnya ada di 16 warisan budaya takbenda Indonesia.
| # | Elemen | Tahun inskripsi | Catatan |
| 1 | Wayang | 2008 | Seni pertunjukan |
| 2 | Keris | 2008 | Pengetahuan dan tradisi |
| 3 | Batik | 2009 | Lihat warisan batik Indonesia |
| 4 | Angklung | 2010 | Alat musik bambu |
| 5 | Tari Saman | 2011 | Seni pertunjukan Aceh |
| 6 | Pencak Silat | 2019 | Praktik beladiri tradisional |
| 7 | Gamelan | 2021 | Musik ensambel |
| 8 | Jamu | 2023 | Pengetahuan kesehatan tradisional |
| 9 | Reog Ponorogo | 2024 | Elemen ke-14 menurut pemberitaan saat itu |
Tahun inskripsi di tabel ini berasal dari catatan umum UNESCO. Hanya Reog yang kami cocokkan dengan pemberitaan 2024. Verifikasi setiap tahun di ich.unesco.org sebelum mengutipnya ke tempat lain.
Jamu menarik sebagai pembanding. Seperti tempe, jamu adalah pengetahuan sehari-hari yang bersinggungan dengan kesehatan. Tempe akan menjadi elemen pangan keseharian yang menonjol di daftar Indonesia.
Pangan memang sering melekat pada ritual. Contohnya ada di tradisi yang kami tulis tentang Perang Topat di Lingsar, Lombok, ketika ketupat menjadi bagian upacara.
Posisi Indonesia di Komite: apa yang sudah pasti

Indonesia terpilih sebagai anggota Komite Antarpemerintah periode 2026–2030 pada Sidang Majelis Umum ke-11 di Paris, 17–18 Juni 2026. Menurut ANTARA, Indonesia meraih 113 suara. Jepang, Filipina, dan Kamboja terpilih bersamanya di Grup IV (Asia-Pasifik).
Komite beranggotakan 24 negara dari 185 negara pihak Konvensi 2003. Tugasnya mencakup mengevaluasi dan menetapkan unsur budaya ke dalam daftar UNESCO.
Keanggotaan ini tidak menjamin tempe lolos. Kami tidak menemukan sumber yang menyebut keanggotaan memengaruhi hasil nominasi. Nominasi tetap dinilai lewat mekanisme evaluasi dan sidang Komite.
Cara memantau sidang Xiamen: langkah demi langkah

Cara memantau putusan tempe tanpa tertipu kabar prematur:
- Buka halaman resmi 21.COM. Situs ich.unesco.org memuat jadwal, agenda, dan dokumen sidang.
- Catat butir agenda 7.b. Butir ini membahas nominasi Daftar Representatif, tempat “Budaya Tempe” diperiksa.
- Ikuti kanal resmi Kemenbud. Pernyataan Menteri Kebudayaan biasanya keluar tepat setelah keputusan.
- Bandingkan dengan UNESCO. Berita yang menyebut “tempe resmi diakui” sebelum 30 November adalah spekulasi.
- Untuk pelaku usaha, siapkan rencana dua skenario. Susun materi promosi untuk hasil apa pun dan jangan mencetak klaim sebelum putusan resmi.
Yang menyiapkan konten, tulis dua versi artikel lebih awal dan terbitkan yang sesuai hasil. Jadwal refresh 22 Oktober cukup untuk memantau kabar menjelang sidang.
Pelestarian setelah putusan: peran komunitas

Inskripsi hanya bermakna jika praktiknya tetap hidup. Perajin kecil menghadapi harga bahan baku dan regenerasi. Pelestarian budaya lokal yang terancam punya pola yang sama, dan kami mengulasnya di upaya melestarikan budaya lokal yang terancam.
Dalam kerangka Konvensi 2003, komunitas pelaku adalah pusatnya. Nominasi harus disusun bersama komunitas, akademisi, dan pemerintah daerah, dengan fasilitasi kementerian. Kemenbud menyebut proses tempe melibatkan kajian literatur, survei lapangan, wawancara, dan dokumentasi mendalam.
Pertanyaan yang layak diajukan setelah putusan: siapa yang menikmati manfaatnya? Perajin tempe skala rumahan atau hanya merek besar? Pertanyaan ini yang menentukan apakah pengakuan berdampak nyata.
FAQ: Budaya Tempe dan UNESCO
Apa itu Budaya Tempe yang diajukan ke UNESCO?
Budaya Tempe adalah pengetahuan, praktik, dan tradisi Indonesia dalam membuat dan mengonsumsi tempe. Yang dinominasikan adalah budayanya, bukan sekadar makanannya. Nominasi diajukan ke Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan.
Kapan putusan UNESCO soal tempe keluar?
Putusan dijadwalkan pada sidang ke-21 Komite Antarpemerintah di Xiamen, Tiongkok, 30 November sampai 5 Desember 2026. Hingga 8 Oktober 2026, putusan belum diumumkan. Pantau halaman 21.COM di ich.unesco.org.
Apakah tempe sudah resmi jadi warisan UNESCO?
Belum. Tempe sudah diakui sebagai warisan budaya takbenda nasional sejak 2017, tetapi pengakuan UNESCO baru ditentukan di sidang Xiamen. Jika disetujui, tempe menjadi warisan budaya takbenda ke-17 Indonesia di UNESCO.
Berapa elemen Indonesia yang sudah diakui UNESCO?
Indonesia mencatat 16 elemen yang diinskripsi UNESCO, termasuk wayang, batik, gamelan, jamu, dan Reog Ponorogo. Angka ini bersumber dari keterangan Kemenlu dan pemberitaan ANTARA 2026.
Apakah pengakuan UNESCO memberi hak eksklusif atas tempe?
Tidak. Inskripsi di Daftar Representatif bukan hak kekayaan intelektual dan tidak melarang pihak lain membuat tempe. Fungsinya mengakui dan mendorong pelestarian praktik budayanya.
Ditulis oleh Redaksi di eskicanakkale. Sumber diverifikasi per 08 Oktober 2026
